Kelelawar adalah mamalia yang dapat terbang yang berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap. Hidung bagian luar (daun hidung) kelelawar ini memiliki bentuk yang rumit, terdiri dari tiga bagian utama (anterior, tengah, dan posterior) serta bagian-bagian tambahan. Sebagaimana kerabatnya terdekat, kelelawar ladam (Rhinolopidae), daun hidung anterior barong berbentuk khas membundar dan agak seperti ladam kuda. Karenanya kelompok kelelawar ini dalam bahasa inggris disebut sebagai Roundleaf Bat. Ekor pendek sampai sedang, sebagian besar terselubung dalam membrane interfermoral (selaput kulit antar paha). Jari kaki no II-IV hanya memiliki dua tulang jari, bukan tiga.
Memiliki daun hidung yang kompleks: daun hidung bagian depan (anterior) berbentuk seperti ladam kuda; daun bagian tengah merupakan suatu bangunan daging berbentuk seperti bantal pendek; dan daun bagian belakang (posterior) membentuk struktur seperti kantong yang bersekat-sekat vertical.
Sebagian spesies kelelawar merupakan pemakan serangga dan
membantu dalam mengurangi populasi hama, Kelelawar juga dianggap
vektor dari banyak penyakit menular seperti SARS, virus Henipa, West Nile Virus
dan rabies. Penyakit ini menyebar dari kelelawar kepada manusia. Namun sebagian besar berperan
sebagai hama karena memakan tanaman jenis buah-buahan.
Bahkan beberapa dilaporkan dapat
menimbulkan kerugian yang cukup berarti.
Berikut cara mengusir / mengurangi hama
kelelawar yaitu :
1.
Pengusiran
dengan cara menembak kelelawar pada pohon-pohon dimana binatang tersebut saat
diam bergelantungan.
2.
Dengan cara membungkus buah sejak masih muda dengan plastic,
jala, anyaman bambu, daun palem, ijuk tanaman aren, kain bekas.
3.
Menggunakan
kincir angin yang diberi alat penimbul suara di dalam kebun atau dengan asap
belerang.
4.
Kelelawar
dibunuh dengan senapan angin pada siang hari saat mereka sedang tidur lelap.
5.
Pada
malam hari kelelawar dijaring saat mencari buah-buahan.
6.
Secara
biologi, dengan menggunakan musuh alaminya, seperti ular, dan binatang buas lainnya.
7.
Secara
fisik, dengan menangkapnya secara langsung ketika kelelawar sedang istirahat.
8.
Secara
kimia, dapat menggunakan semperung berisi cairan belerang yang dapat memabukan.
9.
Memanfaatkan
kelelawar itu sendiri, untuk pengobatan sakit asma / sesak nafas dengan
mengambil hatinya dengan cara dimasak terlebih dahulu.
Terimakasih telah mengunjungi info-kita24.blogspot.com ,,